🔸 Hari 1: Persiapan Lahir dan Batin
Fokus latihan: Sambut shalat seperti bertemu Allah.
✅ Sebelum wudhu, niatkan: “Saya mau menghadap Allah.”
✅ Ambil wudhu dengan tenang. Rasakan air menyucikan dosa.
✅ Shalat di tempat tenang, bersih, dan nyaman.
✅ Niat dalam hati dengan sadar. Jangan otomatis.
✅ Hindari buru-buru. Shalat di awal waktu.
📌 Catatan: Hari ini bukan fokus khusyuk dalam shalat dulu, tapi menyadari nilai “pertemuan” ini.
🔸 Hari 2: Memahami Bacaan Shalat
Fokus latihan: Bacaan = percakapan dengan Allah.
✅ Hafalkan makna Al-Fatihah (kalau belum).
✅ Setiap ayat, resapi artinya dalam hati. Misal:
“Iyyaka na’budu…” → “Ya Allah, hanya Engkau yang aku sembah.”
✅ Saat ruku’ dan sujud, hayati artinya:
-
Subhana Rabbiyal ‘Adzim = “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”
-
Subhana Rabbiyal A’la = “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi”
📌 Catatan: Shalat bukan monolog, tapi dialog. Pahami isi hatimu sendiri saat membaca.
🔸 Hari 3: Perhatikan Gerakan Fisik
Fokus latihan: Tubuhmu bicara kepada Allah.
✅ Saat berdiri, rasakan kamu sedang “dihadapkan langsung”.
✅ Saat ruku’: tundukkan hati, bukan hanya punggung.
✅ Saat sujud: resapi bahwa kamu sedang di posisi paling dekat dengan Allah.
✅ Lakukan semua gerakan dengan tenang, tidak terburu-buru.
📌 Catatan: Khusyuk bukan hanya soal pikiran, tapi menyatukan hati dan tubuh.
🔸 Hari 4: Tarik Fokus Kembali
Fokus latihan: Latihan “sadar” ketika pikiran melayang.
✅ Saat shalat, kamu pasti tergoda mikir kerjaan, tugas, HP.
✅ Begitu sadar kamu “off-track”, langsung tarik napas pelan dan ucapkan dalam hati:
“A’udzu billahi minasy-syaitonir rajim.”
✅ Lalu lanjutkan bacaan dengan penuh kesadaran.
📌 Catatan: Jangan kecewa kalau buyar. Setiap “kembali” adalah kemenangan.
🔸 Hari 5: Dzikir Sebelum Shalat
Fokus latihan: Tenangkan hati sebelum mulai.
✅ Sebelum takbiratul ihram, duduk sebentar. Lalu baca:
-
Astaghfirullah (3x)
-
Allahumma ajirni minan nar (3x)
-
La ilaha illallah (pelan, sadar)
✅ Lalu tarik napas panjang, ucapkan takbir: “Allahu Akbar” dengan penuh kesadaran.
📌 Catatan: Shalat yang baik dimulai dari hati yang tenang.
🔸 Hari 6: Jadikan Shalat sebagai Rasa Rindu
Fokus latihan: Bayangkan ini mungkin shalat terakhirmu.
✅ Sebelum shalat, ucap dalam hati:
“Bagaimana kalau ini shalat terakhirku?”
✅ Bayangkan kamu sedang benar-benar bertemu Allah.
✅ Biarkan setiap bacaan terasa seperti “curhat” dengan Sang Pencipta.
📌 Catatan: Shalat bisa jadi momen paling personal jika kamu menyadari nilainya.
🔸 Hari 7: Evaluasi dan Nikmati
Fokus latihan: Jadikan shalat sebagai “tempat pulang”
✅ Lihat kembali hari-hari sebelumnya. Mana yang paling membantumu khusyuk?
✅ Buat catatan kecil:
-
“Apa yang membuatku buyar?”
-
“Kapan aku merasa paling dekat dengan Allah?”
✅ Hari ini, nikmati shalatmu. Tidak harus sempurna—cukup hadir.
📌 Catatan: Khusyuk itu proses. Bukan tujuan instan.

