Dunia otomotif sedang panas-panasnya. Bukan karena mesin bensin, tapi karena dua raksasa kendaraan listrik Tesla dan BYD sedang saling salip di lintasan global. Ini bukan cuma soal mobil, tapi soal masa depan: siapa yang bakal jadi penguasa mobil listrik dunia?
Tesla: Sang Inovator yang Sedang Oleng?
Tesla, perusahaan asal Amerika Serikat yang didirikan tahun 2003, sudah lama jadi poster boy-nya mobil listrik. Nama besar Elon Musk, desain futuristik, dan teknologi canggih bikin Tesla dikenal bukan cuma sebagai merek, tapi juga lifestyle.
Tapi di balik branding yang keren, ada badai yang sedang datang. Meski nilai pasarnya masih gila-gilaan sekitar $1,093 triliun per 26 Mei 2025 Tesla lagi kena pukulan keras. Pendapatan Q1 2025 anjlok 40%, margin keuntungan makin tipis, dan pasar Amerika serta Eropa yang biasanya setia… mulai loyo.
Untungnya, ada angin segar dari proyek robotaxi yang bikin investor senyum-senyum lagi. Tapi pertanyaannya: cukup nggak buat nyelametin Tesla dari krisis identitas ini?
BYD: Si Pendiam yang Tiba-Tiba Jadi Bintang
Di sisi lain, ada BYD, perusahaan asal Tiongkok yang awalnya lebih dikenal sebagai produsen baterai. Tapi sekarang? Mereka adalah raja EV baru. Lahir di tahun 1995, BYD mungkin nggak punya karisma seperti Tesla, tapi mereka punya satu senjata ampuh: kerja keras dan ekspansi brutal.
Per 26 Mei 2025, BYD punya market cap sekitar $174,86 miliar, jauh di bawah Tesla sih, tapi jangan remehkan. Tahun 2024, pendapatan mereka justru lebih tinggi, tembus $107 miliar. Dan di Q1 2025, mereka sukses ngalahin Tesla dalam jumlah penjualan: lebih dari 1 juta unit mobil listrik meluncur ke jalan!
Asia? Dikuasai. Amerika Latin? Lagi digarap habis-habisan. Eropa? Pelan tapi pasti, BYD mulai bikin pabrikan lama ketar-ketir.
Siapa yang Menang?
Kalau soal gengsi, Tesla masih di atas angin. Tapi kalau bicara soal momentum, BYD lagi gaspol tanpa rem.
Tesla punya teknologi dan inovasi. BYD punya volume dan strategi. Tesla menang citra, BYD menang angka. Ini bukan sekadar adu mobil, tapi juga benturan budaya: Silicon Valley vs Shenzhen. Amerika Serikat vs Tiongkok. Cool vs Consistent.
Tahun-tahun ke depan bakal jadi medan perang yang seru banget. Dan kita? Tinggal duduk manis sambil nonton siapa yang bakal jadi raja jalanan dunia yang baru.

