Skip to content
Celoteh Pacakleret Celoteh Pacakleret

Kebaikan Untuk Semua

  • Tentang Kami
    • Tentang Arief
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Chat via WA
  • Shop
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
Subscribe

Daerah

Home » Daerah

Posted inDaerah Nasional Sosial Politik

Sultan Hamid II, Sultan Hamengku Buwono IX, dan Polemik Sejarah: Antara Tuduhan Makar, Federalisme, dan Integrasi Kalbar ke NKRI

Pendahuluan Sejarah Indonesia pasca-proklamasi 17 Agustus 1945 tidaklah lurus seperti garis lurus di atas kertas. Ada riak, gelombang, bahkan pusaran yang hampir menenggelamkan kapal muda bernama Republik Indonesia. Dalam riak-riak…
Posted by Bang Arief 17/08/2025
TRANSMIGRASI JAWA KE KALIMANTAN: SOLUSI LAMA ATAU MASALAH BARU?
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Lingkungan

TRANSMIGRASI JAWA KE KALIMANTAN: SOLUSI LAMA ATAU MASALAH BARU?

Di tengah stagnasi pembangunan pedesaan dan tekanan jumlah penduduk di Pulau Jawa, pemerintah kembali mewacanakan program transmigrasi sebagai jalan keluar. Kali ini, sorotan tertuju pada rencana mengirim warga dari Jawa…
Posted by Bang Arief 06/07/2025
Saat Bos Teknologi Bertani, Kita Masih Sibuk Tebak Harga Koin
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Ekonomi

Saat Bos Teknologi Bertani, Kita Masih Sibuk Tebak Harga Koin

Bill Gates beli sawah. Mark Zuckerberg piara sapi. Jack Ma jadi nelayan. David Beckham cabut rumput. Sementara kita? Masih sibuk ngulik koin digital yang kalau salah prediksi, tinggal jadi digital…
Posted by Bang Arief 01/07/2025
Raja Ampat dan Ancaman Tambang Nikel: Antara Janji Kemajuan dan Kehancuran yang Tak Tertanggungkan
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Ekonomi

Raja Ampat dan Ancaman Tambang Nikel: Antara Janji Kemajuan dan Kehancuran yang Tak Tertanggungkan

Pendahuluan: Surga yang Terancam Raja Ampat. Nama ini tak hanya menyihir pelancong dan pencinta alam dari seluruh dunia, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional akan kekayaan laut Indonesia. Gugusan pulau-pulau…
Posted by Bang Arief 20/06/2025
Jalan Nasional Rp250 Miliar: Antara Lubang Harapan dan Bahu Jalan yang Patah Hati
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Hukum

Jalan Nasional Rp250 Miliar: Antara Lubang Harapan dan Bahu Jalan yang Patah Hati

Kalau Anda merasa jalan kehidupan Anda makin sempit, jangan khawatir—pemerintah juga sedang berjuang keras memperlebar jalan nasional. Setidaknya di atas kertas. Ya, dua ruas jalan nasional di Kabupaten Mempawah sedang…
Posted by Bang Arief 25/05/2025
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Nasional

Seberapa Berharganya Pilkada Langsung? Haruskah Kita membuang Uang Untuk Perhelatan Ini?

Belum genap 100 hari Prabowo Subianto menjabat sebagai presiden, kita sudah menyaksikan berbagai gebrakan yang cukup mencolok. Dari kunjungannya ke Tiongkok untuk membahas pemanfaatan Laut Natuna Utara hingga gagasannya untuk…
Posted by Bang Arief 23/12/2024
Insiden Mengerikan: Anak 11 Tahun Diterkam Buaya di Ketapang
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Viral Now

Insiden Mengerikan: Anak 11 Tahun Diterkam Buaya di Ketapang

Seorang anak berusia 11 tahun bernama Adam, warga Desa Pesaguan Kiri, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, mengalami insiden mengerikan ketika diterkam seekor buaya saat sedang duduk di teras belakang…
Posted by Bang Arief 18/12/2024
Penerapan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor: Apa yang Perlu Diketahui?
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Ekonomi

Penerapan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor: Apa yang Perlu Diketahui?

Pemerintah Indonesia akan mulai menerapkan opsen pajak atau pungutan tambahan pajak kendaraan bermotor pada 5 Januari 2025. Kebijakan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah…
Posted by Bang Arief 13/12/2024
Kisah Ria Norsan: Dari Kader Golkar yang Diabaikan Namun Akhirnya Jadi Gubernur Kalimantan Barat
Posted inCeloteh Pacakleret Daerah Nasional

Kisah Ria Norsan: Dari Kader Golkar yang Diabaikan Namun Akhirnya Jadi Gubernur Kalimantan Barat

Ria Norsan, mantan Wakil Gubernur Kalimantan Barat dan kader terbaik Partai Golkar, menjadi menarik setelah berhasil mengalahkan Sutarmidji dalam Pilkada Kalimantan Barat. Beliau mendapat sorotan setelah pemecatannya yang mengejutkan. Setelah…
Posted by Bang Arief 04/12/2024
Penulis Tamu
  • JURNALISTIK, PERS, DAN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA: PILIHAN JALUR HIDUP SEORANG NUR ISKANDAR

    Oleh M. Hermayani Putera Berbicara mengenai perjalanan dan perkembangan dunia pers dan jurnalistik Kalbar dalam kurun waktu dua puluh lima tahun terakhir ini, ada satu nama yang selalu hadir menyertai kedua hal ini. Jika jurnalistik, mengutip dari Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004), bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas atau proses kerja seorang wartawan, maka pers lebih mendalami kepada insitusi atau lembaga ataupun perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis tersebut. Nama yang dimaksud ialah Nur Iskandar. Nama yang bermakna mulia sekali, yakni Berilmu dan Tabah. Orangtua beliau tentu punya doa dan harapan yang mulia ketika memberi nama pada anaknya ini. Dulu saya memanggilnya cukup dengan BANG NUR saja. Namun sejak enam tahun terakhir ini lebih sering menyapa beliau BANG NUR IS. Hal ini mengingat saya juga cukup dekat berinteraksi dengan abang beliau, BANG MUHAMMAD NUR HASAN, penggiat gerakan menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah berdimensi pemberdayaan di Kalbar dan bahkan sudah meluas hingga ke beberapa kota lain di luar Kalbar. Kalau abang beliau ini, kami akrab menyapanya dengan TOK Ya, karena ide-ide kebaikan dari jamaah beliau selalu ditampung, diterima, dan diiyakan. Lihatlah bentangan dedikasi dan pengabdian Bang Nur Is dalam lansekap dinamika dunia pers dan jurnalistik di bumi khatulistiwa. Dunia yang ia tekuni sejak mahasiswa, dilanjutkan sebagai profesi pasca meninggalkan kampus, dan terus didalami hingga saat ini. Pers mahasiswa, Harian SUAKA, Harian Equator, Harian Borneo Tribune, Radio Volare, dan sekarang mengelola media online TERAJU. Walaupun belakangan ini BANG NUR IS aktif di gerakan wakaf, literasi, dan kebudayaan, tapi ia tetap mahir berselancar sebagai seorang penggiat jurnalistik sejati, mewartakan geliat gerakan-gerakan ini. Justru di sini saya melihat Nur Is mampu menjadi seorang penyampai pesan mulia dari gerakan wakaf, pentingnya memperkuat literasi, dan mengapa kita perlu meneguhkan akar kebudayaan kita yang harus terus adaptis dinamis berdialektika dengan perkembangan budaya global. NUR IS tak jeri, apalagi takut, dengan kehadiran sesuatu yang baru datang atau dikenalkan dari luar. Malah ini menjadi sebuah tantangan baginya untuk terus belajar hal-hal baru, dan mengintegrasikannya dengan aspek lain. Selamat dan semangat terus berkarya, BANG NUR IS. Happy milad dan mensyukuri nikmat umur separuh abad ini. Semoga selalu sehat dan hidup penuh barakah di sisa jatah umur yang diberikan Allah. Masih muda kita Bang, jangan terlalu sering nengok cermin, apalagi mengecek warna rambut yang sudah ada rona putih di beberapa bagian. Anggap saja itu bunga pohon jambu air yang gugur dan pas jatuh di rambut kita…

    M. Hermayani Putera
  • Buku Setan

    Olive, seorang mahasiswi Untan, lagi jalan-jalan ke Banten. Bergaya seperti seorang petualang sejati, mulailah dia ngitar-ngitar pelosok-pelosok kota Banten. Hari mulai sore dan masuklah dia ke sebuah toko buku yang bangunan tua dan kuno. Buku-buku yang dijual di dalam toko buku kebanyakan adalah buku-buku tentang ilmu gaib, cerita hantu dan sejarah setempat. Olive mulai gugup. Tapi merasa sebagai seorang petualang, dia berusaha membesarkan hatinya. Matanya tertuju ke sebuah buku kuno yang sangat menarik. Judulnya “Tujuh cara melihat hantu”. Olive sangat tertarik untuk membacanya. “Bang… Bang…”, panggil Olive untuk mencari penjualnya. Tiba-tiba Olive dikagetkan suara dari belakang. “Ada apa, Non.”, jawab seorang lelaki tua yang menyeramkan. “Buku ini berapa?”, tanya Olive “Wah, buku ini tidak bisa dijual ke sembarang orang, Non. Ini buku kuno dan wasiat”, jawab penjaga toko, “Harganya Enam ratus ribu rupiah”. “Mahal amat”, jawab Olive, ” Dua ratus ribu deh”. “Gak bisa kurang, Non. Itu sudah harga bukunya. Karena sudah lama tidak ada pembeli di toko, saya kasih non diskon seratus ribu” Olive setuju dan bayar si penjual lima ratus ribu rupiah. Sebelum Olive pergi, si penjual memperingati dia. “Non, buku ini buku wasiat, tidak sembarangan orang bisa membacanya. Aku peringatkan anda untuk tidak membuka halaman terakhir atau anda akan ketiban sial seumur hidup”. Sebelum Olive keluar dari toko, si penjual menyahut lagi dengan suara seram, “Ingat non jangan coba-coba buka halaman terakhir!”. Malam itu Olive yang tinggal di sebuah villa membaca buku itu dan ketiduran. Tengah malam dia dibangunkan oleh suara petir dan angin yang masuk dari jendelanya yang terbuka. Olive bangun dan berusaha menutup jendela. Tiba-tiba dia teringat dengan bukunya. Karena tertiup angin kencang, halaman di buku itu mulai membuka sendiri dari halaman ke halaman. Teringat dengan peringatan si penjual buku, Olive berusaha meraih bukunya dan menyetop jalannya halaman di buku itu dari tiupan angin. Terlambat… Saat Olive berhasil meraih buku itu, dia lagi memegang halaman terakhir. “Mati aku”, gumam Olive dengan panik, aku bakal sial seumur hidup”. Olive mulai ketakutan dan was-was kalau ada makluk gaib yang muncul Setelah setengah jam menutup mata dengan ketakutan, Olive memberanikan diri untuk membuka mata kirinya dan melirik halaman terakhir buku itu: Harga asli : Rp. 20,000,- Harga Diskon : Rp. 10,000,- Cetakan tahun 2009.

Copyright 2025 — Celoteh Pacakleret. All rights reserved. Bang Arief Jak
Scroll to Top
error: Content is protected !!