Yang Dihasilkan dalam Lawatan Pertama Ke Luar Negeri Presiden Prabowo

Yang Dihasilkan dalam Lawatan Pertama Ke Luar Negeri Presiden Prabowo

Kunjungan pertama Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri sebagai presiden Indonesia telah menarik perhatian banyak pihak, baik di dalam negeri maupun internasional. Dalam waktu kurang dari sebulan setelah dilantik, Prabowo berhasil mencitrakan Indonesia sebagai negara yang mampu membangun hubungan baik dengan berbagai negara, termasuk Cina dan Amerika Serikat. Kunjungan ini tidak hanya sekadar ceremonial, tetapi juga memiliki tujuan strategis yang berkaitan dengan kepentingan nasional Indonesia. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai tujuan kunjungan Prabowo, hasil yang dicapai, serta tantangan yang dihadapi terkait kedaulatan Indonesia.

Tujuan Kunjungan Presiden Prabowo

Membangun Hubungan Ekonomi

Salah satu tujuan utama kunjungan Presiden Prabowo adalah untuk menggali potensi kerja sama ekonomi dengan negara-negara besar. Dalam konteks global saat ini, hubungan ekonomi yang kuat dengan negara adidaya seperti Cina dan Amerika Serikat sangat penting bagi kelangsungan ekonomi Indonesia. Prabowo berupaya membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi hijau dan transisi energi, yang menjadi prioritas global saat ini. Dengan memberikan sinyal keterbukaan terhadap investasi asing, Indonesia dapat meningkatkan reputasinya sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.

Mendorong Investasi Asing

Kunjungan ke Cina, yang berlangsung dari 8 hingga 10 November, menjadi langkah awal yang signifikan. Dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang, Prabowo tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pengusaha Indonesia dengan pelaku bisnis Cina. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi asing yang akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kerja Sama dalam Isu Perubahan Iklim

Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama dalam isu perubahan iklim. Dengan mengajak negara-negara besar untuk berkolaborasi dalam transisi energi, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat pemanfaatan sumber energi terbarukan. Ini adalah langkah strategis untuk mendukung komitmen Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Rangkaian Kunjungan Luar Negeri

Kunjungan ke Amerika Serikat

Setelah kunjungan ke Cina, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Joe Biden. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, keamanan, dan isu-isu global lainnya. Dalam konteks ini, Prabowo berupaya menunjukkan bahwa Indonesia adalah mitra yang dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan global.

Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Peru

Selanjutnya, Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Peru. Dalam forum ini, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong perdagangan yang terbuka, teratur, dan adil. Pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain, seperti Perdana Menteri Australia dan Presiden Peru, juga dilakukan untuk membahas kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor.

Kunjungan ke Brasil dan Eropa

Setelah Peru, Prabowo melanjutkan lawatannya ke Brasil untuk menghadiri KTT G20 dan forum bisnis Indonesia-Brasil. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara di benua Amerika. Selanjutnya, Prabowo juga mengunjungi Inggris untuk bertemu dengan Raja Charles III dan Perdana Menteri Inggris, yang menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan baik dengan negara-negara Eropa.

Pertemuan dengan Pemimpin Uni Emirat Arab

Kunjungan terakhir dalam rangkaian ini adalah ke Uni Emirat Arab, di mana Prabowo bertemu dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama strategis, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

Capaian Konkret Kunjungan

Komitmen Investasi

Salah satu hasil signifikan dari kunjungan luar negeri Prabowo adalah komitmen investasi yang berhasil dibawa pulang. Total investasi yang dijanjikan mencapai 18,5 miliar USD, yang mencakup investasi dari British Petroleum sebesar 7 miliar USD untuk proyek pengembangan lapangan gas di Papua Barat. Selain itu, terdapat juga komitmen investasi dari perusahaan-perusahaan lain yang mendukung program prioritas pemerintah.

Perjanjian Kerja Sama dengan Cina

Selama kunjungannya ke Cina, Indonesia dan Cina menandatangani tujuh perjanjian kerja sama bilateral. Salah satu per janjian yang menarik perhatian adalah dukungan Cina terhadap program pemberian makan bergizi gratis di Indonesia, yang selama ini menjadi polemik. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan Prabowo tidak hanya menghasilkan investasi, tetapi juga komitmen untuk mendukung program sosial yang penting bagi masyarakat Indonesia.

Tantangan Kedaulatan

Kontroversi Kesepakatan Maritim

Meskipun kunjungan Prabowo mendapatkan banyak sorotan positif, terdapat juga kontroversi yang muncul, terutama terkait dengan kesepakatan maritim yang ditandatangani dengan Cina. Beberapa pihak mengkritik pernyataan bersama yang mencakup istilah “overlapping claims” atau klaim tumpang tindih, yang dianggap dapat membahayakan kedaulatan Indonesia, khususnya di wilayah Natuna Utara. Kritikan ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan diplomatik penting, kedaulatan negara harus tetap menjadi prioritas utama.

Para ahli hukum internasional dan hubungan internasional menilai bahwa pernyataan bersama antara Prabowo dan Xi Jinping dapat dianggap sebagai kemunduran dalam diplomasi Indonesia di Laut Cina Selatan. Mereka mengingatkan bahwa Indonesia tidak seharusnya mengakui klaim Cina atas wilayah yang disengketakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dapat mengancam kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.

Kunjungan pertama Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri menunjukkan upaya yang signifikan dalam membangun hubungan internasional dan menarik investasi untuk Indonesia. Meskipun berhasil membawa pulang komitmen investasi yang besar dan menjalin kerja sama di berbagai bidang, tantangan terkait kedaulatan tetap menjadi isu yang perlu diperhatikan. Dalam menghadapi dinamika politik global, penting bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya sambil tetap berupaya menjalin hubungan baik dengan negara-negara lain. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting bagi Prabowo dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden, dan hasilnya akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah dapat menyeimbangkan kepentingan nasional dengan hubungan internasional yang kompleks.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *