Skip to content
Celoteh Pacakleret Celoteh Pacakleret

Kebaikan Untuk Semua

  • Tentang Kami
    • Tentang Arief
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Chat via WA
  • Shop
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
Subscribe

Posts by Bang Arief

Home » Archives for » Page 12

About Bang Arief
Seorang pemulung hikmah... Father of Three... Pengagum istri... Penyendiri yang senang berteman...
PDIP Resmi Pecat Effendi Simbolon
Posted inCeloteh Pacakleret Sosial Politik

PDIP Resmi Pecat Effendi Simbolon

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi memecat Effendi Simbolon dari keanggotaan partai. Pemecatan ini disebabkan oleh pelanggaran kode etik dan disiplin, terutama setelah ia mendukung pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang…
Posted by Bang Arief 01/12/2024
Perbandingan Umrah Mandiri dan Umrah dengan Paket Travel
Posted inCeloteh Pacakleret Umrah dan Haji

Perbandingan Umrah Mandiri dan Umrah dengan Paket Travel

Umrah Mandiri menjadi pilihan yang semakin populer di kalangan jamaah, terutama bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman ibadah secara lebih personal. Namun, ada beberapa perbedaan signifikan antara umrah Mandiri dan…
Posted by Bang Arief 01/12/2024
Kenaikan PPN 12%: Apa yang Perlu Kita Ketahui?
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi Nasional

Kenaikan PPN 12%: Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Pada 1 Januari 2025, Indonesia akan mengalami kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12%. Keputusan ini telah menimbulkan banyak perdebatan dan tentangan dari masyarakat. Dalam artikel ini, kita…
Posted by Bang Arief 01/12/2024
Fenomena Unik dan Ironis dalam Pilkada Banjarbaru: Suara Tidak Sah Mengungguli Calon Tunggal
Posted inCeloteh Pacakleret Hukum Sosial Politik

Fenomena Unik dan Ironis dalam Pilkada Banjarbaru: Suara Tidak Sah Mengungguli Calon Tunggal

Pemilu di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami suatu fenomena yang unik namun juga ironis. Pasangan nomor urut 01, Erna Lisa Halaby dan Wartono, menjadi satu-satunya kandidat yang tersisa, namun mereka…
Posted by Bang Arief 30/11/2024
Dukungan Jokowi dalam Pilkada dan Dampaknya
Posted inCeloteh Pacakleret Sosial Politik

Dukungan Jokowi dalam Pilkada dan Dampaknya

Dalam konteks politik Indonesia yang terus berkembang, peran mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta dan Jawa Tengah menjadi sorotan. Dukungan Jokowi terhadap kandidat seperti Ridwan…
Posted by Bang Arief 27/11/2024
Memahami Rezeki: Dua Harta yang Tak Terlihat
Posted inCeloteh Pacakleret Nasihat Diri

Memahami Rezeki: Dua Harta yang Tak Terlihat

Dalam kehidupan yang penuh tantangan ini, sering kali kita terjebak dalam pemikiran bahwa harta materi adalah satu-satunya ukuran keberhasilan dan kebahagiaan. Namun, sebuah kisah inspiratif dari Abu Hazim mengingatkan kita…
Posted by Bang Arief 24/11/2024
Protes Peternak, Buang Susu Sapi!!!
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi

Protes Peternak, Buang Susu Sapi!!!

Terjadi situasi yang sangat kompleks dan menyedihkan dalam industri peternakan susu di Indonesia. Aksi Protes Peternak Ratusan ton susu segar dibuang oleh peternak sapi perah sebagai bentuk protes terhadap industri…
Posted by Bang Arief 22/11/2024
Pesan Kepada Presiden Prabowo
Posted inCeloteh Pacakleret Sosial Politik

Pesan Kepada Presiden Prabowo

Presiden Prabowo harus menyampaikan pidato kebangsaan yang menekankan pentingnya keberpihakan lembaga negara, termasuk kepolisian dan TNI, agar bersikap netral dan adil dalam pelaksanaan Pilkada. Pentingnya Netralitas Lembaga Negara: Bahwa semua…
Posted by Bang Arief 17/11/2024
Tukang Parkir Liar: Antara Keresahan Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi

Tukang Parkir Liar: Antara Keresahan Masyarakat dan Dampak Ekonomi

Di tengah kesibukan kota, kita sering kali menemukan sosok tukang parkir liar yang menunggu di depan supermarket, restoran, atau toko-toko kecil di pinggir jalan. Lihat saja di Alfamart dan Indomaret,…
Posted by Bang Arief 15/11/2024
Posted inCeloteh Pacakleret Hukum Nasional

Mafia Peradilan di Mahkamah Agung: Tantangan dan Solusi

Mafia peradilan di Indonesia telah menjadi isu yang semakin mendesak, memengaruhi integritas sistem hukum dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Kasus terbaru yang melibatkan mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan…
Posted by Bang Arief 15/11/2024

Posts pagination

Previous page 1 … 10 11 12 13 14 … 17 Next page
Penulis Tamu
  • JURNALISTIK, PERS, DAN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA: PILIHAN JALUR HIDUP SEORANG NUR ISKANDAR

    Oleh M. Hermayani Putera Berbicara mengenai perjalanan dan perkembangan dunia pers dan jurnalistik Kalbar dalam kurun waktu dua puluh lima tahun terakhir ini, ada satu nama yang selalu hadir menyertai kedua hal ini. Jika jurnalistik, mengutip dari Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004), bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas atau proses kerja seorang wartawan, maka pers lebih mendalami kepada insitusi atau lembaga ataupun perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis tersebut. Nama yang dimaksud ialah Nur Iskandar. Nama yang bermakna mulia sekali, yakni Berilmu dan Tabah. Orangtua beliau tentu punya doa dan harapan yang mulia ketika memberi nama pada anaknya ini. Dulu saya memanggilnya cukup dengan BANG NUR saja. Namun sejak enam tahun terakhir ini lebih sering menyapa beliau BANG NUR IS. Hal ini mengingat saya juga cukup dekat berinteraksi dengan abang beliau, BANG MUHAMMAD NUR HASAN, penggiat gerakan menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah berdimensi pemberdayaan di Kalbar dan bahkan sudah meluas hingga ke beberapa kota lain di luar Kalbar. Kalau abang beliau ini, kami akrab menyapanya dengan TOK Ya, karena ide-ide kebaikan dari jamaah beliau selalu ditampung, diterima, dan diiyakan. Lihatlah bentangan dedikasi dan pengabdian Bang Nur Is dalam lansekap dinamika dunia pers dan jurnalistik di bumi khatulistiwa. Dunia yang ia tekuni sejak mahasiswa, dilanjutkan sebagai profesi pasca meninggalkan kampus, dan terus didalami hingga saat ini. Pers mahasiswa, Harian SUAKA, Harian Equator, Harian Borneo Tribune, Radio Volare, dan sekarang mengelola media online TERAJU. Walaupun belakangan ini BANG NUR IS aktif di gerakan wakaf, literasi, dan kebudayaan, tapi ia tetap mahir berselancar sebagai seorang penggiat jurnalistik sejati, mewartakan geliat gerakan-gerakan ini. Justru di sini saya melihat Nur Is mampu menjadi seorang penyampai pesan mulia dari gerakan wakaf, pentingnya memperkuat literasi, dan mengapa kita perlu meneguhkan akar kebudayaan kita yang harus terus adaptis dinamis berdialektika dengan perkembangan budaya global. NUR IS tak jeri, apalagi takut, dengan kehadiran sesuatu yang baru datang atau dikenalkan dari luar. Malah ini menjadi sebuah tantangan baginya untuk terus belajar hal-hal baru, dan mengintegrasikannya dengan aspek lain. Selamat dan semangat terus berkarya, BANG NUR IS. Happy milad dan mensyukuri nikmat umur separuh abad ini. Semoga selalu sehat dan hidup penuh barakah di sisa jatah umur yang diberikan Allah. Masih muda kita Bang, jangan terlalu sering nengok cermin, apalagi mengecek warna rambut yang sudah ada rona putih di beberapa bagian. Anggap saja itu bunga pohon jambu air yang gugur dan pas jatuh di rambut kita…

    M. Hermayani Putera
  • Buku Setan

    Olive, seorang mahasiswi Untan, lagi jalan-jalan ke Banten. Bergaya seperti seorang petualang sejati, mulailah dia ngitar-ngitar pelosok-pelosok kota Banten. Hari mulai sore dan masuklah dia ke sebuah toko buku yang bangunan tua dan kuno. Buku-buku yang dijual di dalam toko buku kebanyakan adalah buku-buku tentang ilmu gaib, cerita hantu dan sejarah setempat. Olive mulai gugup. Tapi merasa sebagai seorang petualang, dia berusaha membesarkan hatinya. Matanya tertuju ke sebuah buku kuno yang sangat menarik. Judulnya “Tujuh cara melihat hantu”. Olive sangat tertarik untuk membacanya. “Bang… Bang…”, panggil Olive untuk mencari penjualnya. Tiba-tiba Olive dikagetkan suara dari belakang. “Ada apa, Non.”, jawab seorang lelaki tua yang menyeramkan. “Buku ini berapa?”, tanya Olive “Wah, buku ini tidak bisa dijual ke sembarang orang, Non. Ini buku kuno dan wasiat”, jawab penjaga toko, “Harganya Enam ratus ribu rupiah”. “Mahal amat”, jawab Olive, ” Dua ratus ribu deh”. “Gak bisa kurang, Non. Itu sudah harga bukunya. Karena sudah lama tidak ada pembeli di toko, saya kasih non diskon seratus ribu” Olive setuju dan bayar si penjual lima ratus ribu rupiah. Sebelum Olive pergi, si penjual memperingati dia. “Non, buku ini buku wasiat, tidak sembarangan orang bisa membacanya. Aku peringatkan anda untuk tidak membuka halaman terakhir atau anda akan ketiban sial seumur hidup”. Sebelum Olive keluar dari toko, si penjual menyahut lagi dengan suara seram, “Ingat non jangan coba-coba buka halaman terakhir!”. Malam itu Olive yang tinggal di sebuah villa membaca buku itu dan ketiduran. Tengah malam dia dibangunkan oleh suara petir dan angin yang masuk dari jendelanya yang terbuka. Olive bangun dan berusaha menutup jendela. Tiba-tiba dia teringat dengan bukunya. Karena tertiup angin kencang, halaman di buku itu mulai membuka sendiri dari halaman ke halaman. Teringat dengan peringatan si penjual buku, Olive berusaha meraih bukunya dan menyetop jalannya halaman di buku itu dari tiupan angin. Terlambat… Saat Olive berhasil meraih buku itu, dia lagi memegang halaman terakhir. “Mati aku”, gumam Olive dengan panik, aku bakal sial seumur hidup”. Olive mulai ketakutan dan was-was kalau ada makluk gaib yang muncul Setelah setengah jam menutup mata dengan ketakutan, Olive memberanikan diri untuk membuka mata kirinya dan melirik halaman terakhir buku itu: Harga asli : Rp. 20,000,- Harga Diskon : Rp. 10,000,- Cetakan tahun 2009.

Copyright 2025 — Celoteh Pacakleret. All rights reserved. Bang Arief Jak
Scroll to Top
error: Content is protected !!