Skip to content
Celoteh Pacakleret Celoteh Pacakleret

Kebaikan Untuk Semua

  • Tentang Kami
    • Tentang Arief
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Chat via WA
  • Shop
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
Subscribe

Posts by Bang Arief

Home » Archives for » Page 17

About Bang Arief
Seorang pemulung hikmah... Father of Three... Pengagum istri... Penyendiri yang senang berteman...
Pemilu Ala Klik Jari Thanos
Posted inCeloteh Pacakleret Sosial Politik

Pemilu Ala Klik Jari Thanos

71 petugas Pemilu 2024 meninggal dunia, 42 orang di antaranya adalah petugas KPPS. Sekitar 4,500 orang lainnya jatuh sakit. Padahal berbagai upaya untuk mencegah tragedi di pemilu 2019 telah dilakukan,…
Posted by Bang Arief 19/02/2024
Sosok Hantu  Bernama “BANSOS”
Posted inCeloteh Pacakleret Sosial Politik

Sosok Hantu Bernama “BANSOS”

Pernah dengar Mansa Musa? Dia adalah orang terkaya sepanjang masa yang merupakan penguasa Afrika Barat di abad ke-14. Musa menjadi penguasa Kekaisaran Mali pada tahun 1312. Dia naik tahta setelah…
Posted by Bang Arief 18/02/2024
Takwa Adalah Jalan Keluar Dari Setiap Masalah
Posted inCeloteh Pacakleret Nasihat Diri

Takwa Adalah Jalan Keluar Dari Setiap Masalah

Mumpung hari ini hari Jum’at. Bolehlah posting sedikit ‘khutbah’, ya. Marilah kita mulai dengan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang Allah berikan dan limpahkan kepada kita. Atas karunia yang…
Posted by Bang Arief 16/02/2024
Mengenal ChatGPT dan Akibat Yang Dibawanya
Posted inCeloteh Pacakleret Teknologi

Mengenal ChatGPT dan Akibat Yang Dibawanya

ChatGPT kecerdasan buatan besutan OpenAI, perusahaan milik Elon Musk dan Sam Altman menggoyang dunia. Ia telah memiliki 1 juta pengguna hanya dalam satu minggu sejak diluncurkan. Kehadiran ChatGPT akan mendisrupsi…
Posted by Bang Arief 15/02/2024
Akar Masalah Hidup Adalah Dosa
Posted inCeloteh Pacakleret Nasihat Diri

Akar Masalah Hidup Adalah Dosa

Punya banyak masalah hidup? Salah satu akar masalah itu adalah dosa. Jadi itu akar masalahnya kita itu adalah dosa. Kadang kita mengingkari. “Aku tuh ditipu sama temanku” “Iya ngerti” “Aku…
Posted by Bang Arief 09/02/2024
Bang, Kenapa Cinta Bisa Bikin Orang Menjadi Bodoh?
Posted inCeloteh Pacakleret Relationship

Bang, Kenapa Cinta Bisa Bikin Orang Menjadi Bodoh?

Saya sering kali mendapatkan pertanyaan menarik dari sahabat saya. Salah satu yang pernah saya dapatkan adalah, “Kenapa saat jatuh cinta yang namanya perasaan dan logika itu nggak bisa sejalan?”  Mungkin…
Posted by Bang Arief 01/02/2024
Kisah Sunyi Sultan Hamid II
Posted inCeloteh Pacakleret Sejarah Budaya

Kisah Sunyi Sultan Hamid II

Garuda Pancasila merupakan lambang negara Republik Indonesia yang menempati posisi tertinggi dan terhormat sebagai identitas negara. Lambang Garuda Pancasila dipasang secara khusus pada bangunan Istana Kepresidenan dan bangunan instansi negara…
Posted by Bang Arief 15/01/2024
Judi Online; Ancaman Perekonomian Indonesia
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi

Judi Online; Ancaman Perekonomian Indonesia

Judi online adalah satu masalah yang benar-benar kronis dan akut menurut saya. Dampaknya kepada masyarakat juga lebih gila sebenarnya. Bukan cuma kehilangan harta benda, banyak orang yang bahkan harus kehilangan…
Posted by Bang Arief 01/01/2024

Posts pagination

Previous page 1 … 15 16 17
Penulis Tamu
  • JURNALISTIK, PERS, DAN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA: PILIHAN JALUR HIDUP SEORANG NUR ISKANDAR

    Oleh M. Hermayani Putera Berbicara mengenai perjalanan dan perkembangan dunia pers dan jurnalistik Kalbar dalam kurun waktu dua puluh lima tahun terakhir ini, ada satu nama yang selalu hadir menyertai kedua hal ini. Jika jurnalistik, mengutip dari Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004), bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas atau proses kerja seorang wartawan, maka pers lebih mendalami kepada insitusi atau lembaga ataupun perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis tersebut. Nama yang dimaksud ialah Nur Iskandar. Nama yang bermakna mulia sekali, yakni Berilmu dan Tabah. Orangtua beliau tentu punya doa dan harapan yang mulia ketika memberi nama pada anaknya ini. Dulu saya memanggilnya cukup dengan BANG NUR saja. Namun sejak enam tahun terakhir ini lebih sering menyapa beliau BANG NUR IS. Hal ini mengingat saya juga cukup dekat berinteraksi dengan abang beliau, BANG MUHAMMAD NUR HASAN, penggiat gerakan menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah berdimensi pemberdayaan di Kalbar dan bahkan sudah meluas hingga ke beberapa kota lain di luar Kalbar. Kalau abang beliau ini, kami akrab menyapanya dengan TOK Ya, karena ide-ide kebaikan dari jamaah beliau selalu ditampung, diterima, dan diiyakan. Lihatlah bentangan dedikasi dan pengabdian Bang Nur Is dalam lansekap dinamika dunia pers dan jurnalistik di bumi khatulistiwa. Dunia yang ia tekuni sejak mahasiswa, dilanjutkan sebagai profesi pasca meninggalkan kampus, dan terus didalami hingga saat ini. Pers mahasiswa, Harian SUAKA, Harian Equator, Harian Borneo Tribune, Radio Volare, dan sekarang mengelola media online TERAJU. Walaupun belakangan ini BANG NUR IS aktif di gerakan wakaf, literasi, dan kebudayaan, tapi ia tetap mahir berselancar sebagai seorang penggiat jurnalistik sejati, mewartakan geliat gerakan-gerakan ini. Justru di sini saya melihat Nur Is mampu menjadi seorang penyampai pesan mulia dari gerakan wakaf, pentingnya memperkuat literasi, dan mengapa kita perlu meneguhkan akar kebudayaan kita yang harus terus adaptis dinamis berdialektika dengan perkembangan budaya global. NUR IS tak jeri, apalagi takut, dengan kehadiran sesuatu yang baru datang atau dikenalkan dari luar. Malah ini menjadi sebuah tantangan baginya untuk terus belajar hal-hal baru, dan mengintegrasikannya dengan aspek lain. Selamat dan semangat terus berkarya, BANG NUR IS. Happy milad dan mensyukuri nikmat umur separuh abad ini. Semoga selalu sehat dan hidup penuh barakah di sisa jatah umur yang diberikan Allah. Masih muda kita Bang, jangan terlalu sering nengok cermin, apalagi mengecek warna rambut yang sudah ada rona putih di beberapa bagian. Anggap saja itu bunga pohon jambu air yang gugur dan pas jatuh di rambut kita…

    M. Hermayani Putera
  • Buku Setan

    Olive, seorang mahasiswi Untan, lagi jalan-jalan ke Banten. Bergaya seperti seorang petualang sejati, mulailah dia ngitar-ngitar pelosok-pelosok kota Banten. Hari mulai sore dan masuklah dia ke sebuah toko buku yang bangunan tua dan kuno. Buku-buku yang dijual di dalam toko buku kebanyakan adalah buku-buku tentang ilmu gaib, cerita hantu dan sejarah setempat. Olive mulai gugup. Tapi merasa sebagai seorang petualang, dia berusaha membesarkan hatinya. Matanya tertuju ke sebuah buku kuno yang sangat menarik. Judulnya “Tujuh cara melihat hantu”. Olive sangat tertarik untuk membacanya. “Bang… Bang…”, panggil Olive untuk mencari penjualnya. Tiba-tiba Olive dikagetkan suara dari belakang. “Ada apa, Non.”, jawab seorang lelaki tua yang menyeramkan. “Buku ini berapa?”, tanya Olive “Wah, buku ini tidak bisa dijual ke sembarang orang, Non. Ini buku kuno dan wasiat”, jawab penjaga toko, “Harganya Enam ratus ribu rupiah”. “Mahal amat”, jawab Olive, ” Dua ratus ribu deh”. “Gak bisa kurang, Non. Itu sudah harga bukunya. Karena sudah lama tidak ada pembeli di toko, saya kasih non diskon seratus ribu” Olive setuju dan bayar si penjual lima ratus ribu rupiah. Sebelum Olive pergi, si penjual memperingati dia. “Non, buku ini buku wasiat, tidak sembarangan orang bisa membacanya. Aku peringatkan anda untuk tidak membuka halaman terakhir atau anda akan ketiban sial seumur hidup”. Sebelum Olive keluar dari toko, si penjual menyahut lagi dengan suara seram, “Ingat non jangan coba-coba buka halaman terakhir!”. Malam itu Olive yang tinggal di sebuah villa membaca buku itu dan ketiduran. Tengah malam dia dibangunkan oleh suara petir dan angin yang masuk dari jendelanya yang terbuka. Olive bangun dan berusaha menutup jendela. Tiba-tiba dia teringat dengan bukunya. Karena tertiup angin kencang, halaman di buku itu mulai membuka sendiri dari halaman ke halaman. Teringat dengan peringatan si penjual buku, Olive berusaha meraih bukunya dan menyetop jalannya halaman di buku itu dari tiupan angin. Terlambat… Saat Olive berhasil meraih buku itu, dia lagi memegang halaman terakhir. “Mati aku”, gumam Olive dengan panik, aku bakal sial seumur hidup”. Olive mulai ketakutan dan was-was kalau ada makluk gaib yang muncul Setelah setengah jam menutup mata dengan ketakutan, Olive memberanikan diri untuk membuka mata kirinya dan melirik halaman terakhir buku itu: Harga asli : Rp. 20,000,- Harga Diskon : Rp. 10,000,- Cetakan tahun 2009.

Copyright 2025 — Celoteh Pacakleret. All rights reserved. Bang Arief Jak
Scroll to Top
error: Content is protected !!