Skip to content
Celoteh Pacakleret Celoteh Pacakleret

Kebaikan Untuk Semua

  • Tentang Kami
    • Tentang Arief
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Chat via WA
  • Shop
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
Subscribe

Sejarah Budaya

Home » Sejarah Budaya

Muhammad Sosok Paling Berpengaruh
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Sejarah Budaya

Muhammad ﷺ: Sosok Paling Berpengaruh dalam Sejarah Dunia Menurut Mereka yang Tak Pernah Menyembahnya

Nabi Muhammad ﷺ memang manusia yang paling luar biasa dalam sejarah umat manusia. Dan ini bukan semata karena umat Islam meyakininya sebagai nabi terakhir, tapi karena jejak pengaruh beliau bisa…
Posted by Bang Arief 26/06/2025
Salah Paham terhadap Syiah: Tafsir Teologis, Luka Historis, dan Jalan Menuju Ukhuwah
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Internasional

Salah Paham terhadap Syiah: Tafsir Teologis, Luka Historis, dan Jalan Menuju Ukhuwah

Bara di Jazirah yang Menganga Sebuah bara lama kembali memanas. Ketegangan antara Iran ( Syiah ) dan Israel kini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan, mengguncang kawasan Timur Tengah dan memicu kekhawatiran…
Posted by Bang Arief 24/06/2025
Two-State Solution: Solusi Dua Negara, atau Dua Kali Ditampar oleh Sejarah?
Posted inCeloteh Pacakleret Internasional Sejarah Budaya

Two-State Solution: Solusi Dua Negara, atau Dua Kali Ditampar oleh Sejarah?

Mari kita menyelam ke dalam absurditas politik global dengan snorkel ketidakwarasan internasional. Bab 1: Sejarah Dimulai dari Penipuan Tahun 1947. PBB—lembaga paling damai tapi paling absurd setelah reality show tentang…
Posted by Bang Arief 28/05/2025
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Nasihat Diri

(Islam) Kejawen: Harmoni antara Agama dan Budaya Jawa

Islam Kejawen: Harmoni antara Agama dan Budaya Jawa Islam Kejawen bukanlah suatu aliran keagamaan di dalam Islam, tetapi lebih sebagai hasil adaptasi Islam yang ada dalam konteks budaya masyarakat Jawa.…
Posted by Bang Arief 26/12/2024
Tahukah Kamu Bahwa Yang Menciptakan PAJAK Pertama Kali di Dunia Adalah FIRAUN?
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi Internasional

Tahukah Kamu Bahwa Yang Menciptakan PAJAK Pertama Kali di Dunia Adalah FIRAUN?

Rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% yang akan berlaku pada Januari 2025 telah menjadi sorotan utama di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang menolak pengenaan PPN 12%…
Posted by Bang Arief 24/12/2024
Posted inCeloteh Pacakleret Kesehatan Nasional

Palang Merah Indonesia: 79 Tahun Berkarya untuk Kemanusiaan

Jusuf Kalla (JK) baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) untuk periode 2024-2029. Namun, pemilihan ini tidak berjalan mulus. Agung Laksono, yang juga mengklaim sebagai calon…
Posted by Bang Arief 10/12/2024
Sejarah Perjudian di Indonesia: Dari Legalitas Hingga Kontroversi
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi Hukum

Sejarah Perjudian di Indonesia: Dari Legalitas Hingga Kontroversi

Perjudian di Indonesia telah menjadi topik yang kontroversial dan menarik perhatian masyarakat selama beberapa dekade. Dari legalitasnya di masa lalu hingga tantangan yang dihadapi saat ini, perjudian telah mempengaruhi kehidupan…
Posted by Bang Arief 03/11/2024
Tan Malaka: Bapak Republik yang Terlupakan
Posted inCeloteh Pacakleret Internasional Sejarah Budaya

Tan Malaka: Bapak Republik yang Terlupakan

Sebelum Indonesia merdeka, ada sosok penting yang merancang masa depan bangsa ini dengan visi yang jauh ke depan: Tan Malaka. Pada tahun 1925, Tan Malaka menulis buku berjudul Naar de…
Posted by Bang Arief 01/11/2024
Bon Jovi: Dari Awal yang Sederhana Menuju Kejayaan
Posted inCeloteh Pacakleret Musik Sejarah Budaya

Bon Jovi: Dari Awal yang Sederhana Menuju Kejayaan

Bon Jovi bukan hanya sekadar band; mereka adalah ikon dalam dunia musik yang telah menyaksikan perubahan dramatis dalam industri musik selama beberapa dekade. Dari pita kaset hingga era digital, Bon…
Posted by Bang Arief 23/10/2024
Mengenal Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie: Pendiri Kesultanan Pontianak
Posted inCeloteh Pacakleret Sejarah Budaya

Mengenal Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie: Pendiri Kesultanan Pontianak

Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah sosok penting dalam sejarah Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Ia dikenal sebagai pendiri Kesultanan Pontianak yang terletak di tepi Sungai Kapuas. Sebelum kedatangan Syarif Abdurrahman,…
Posted by Bang Arief 07/10/2024

Posts pagination

1 2 Next page
Penulis Tamu
  • JURNALISTIK, PERS, DAN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA: PILIHAN JALUR HIDUP SEORANG NUR ISKANDAR

    Oleh M. Hermayani Putera Berbicara mengenai perjalanan dan perkembangan dunia pers dan jurnalistik Kalbar dalam kurun waktu dua puluh lima tahun terakhir ini, ada satu nama yang selalu hadir menyertai kedua hal ini. Jika jurnalistik, mengutip dari Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004), bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas atau proses kerja seorang wartawan, maka pers lebih mendalami kepada insitusi atau lembaga ataupun perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis tersebut. Nama yang dimaksud ialah Nur Iskandar. Nama yang bermakna mulia sekali, yakni Berilmu dan Tabah. Orangtua beliau tentu punya doa dan harapan yang mulia ketika memberi nama pada anaknya ini. Dulu saya memanggilnya cukup dengan BANG NUR saja. Namun sejak enam tahun terakhir ini lebih sering menyapa beliau BANG NUR IS. Hal ini mengingat saya juga cukup dekat berinteraksi dengan abang beliau, BANG MUHAMMAD NUR HASAN, penggiat gerakan menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah berdimensi pemberdayaan di Kalbar dan bahkan sudah meluas hingga ke beberapa kota lain di luar Kalbar. Kalau abang beliau ini, kami akrab menyapanya dengan TOK Ya, karena ide-ide kebaikan dari jamaah beliau selalu ditampung, diterima, dan diiyakan. Lihatlah bentangan dedikasi dan pengabdian Bang Nur Is dalam lansekap dinamika dunia pers dan jurnalistik di bumi khatulistiwa. Dunia yang ia tekuni sejak mahasiswa, dilanjutkan sebagai profesi pasca meninggalkan kampus, dan terus didalami hingga saat ini. Pers mahasiswa, Harian SUAKA, Harian Equator, Harian Borneo Tribune, Radio Volare, dan sekarang mengelola media online TERAJU. Walaupun belakangan ini BANG NUR IS aktif di gerakan wakaf, literasi, dan kebudayaan, tapi ia tetap mahir berselancar sebagai seorang penggiat jurnalistik sejati, mewartakan geliat gerakan-gerakan ini. Justru di sini saya melihat Nur Is mampu menjadi seorang penyampai pesan mulia dari gerakan wakaf, pentingnya memperkuat literasi, dan mengapa kita perlu meneguhkan akar kebudayaan kita yang harus terus adaptis dinamis berdialektika dengan perkembangan budaya global. NUR IS tak jeri, apalagi takut, dengan kehadiran sesuatu yang baru datang atau dikenalkan dari luar. Malah ini menjadi sebuah tantangan baginya untuk terus belajar hal-hal baru, dan mengintegrasikannya dengan aspek lain. Selamat dan semangat terus berkarya, BANG NUR IS. Happy milad dan mensyukuri nikmat umur separuh abad ini. Semoga selalu sehat dan hidup penuh barakah di sisa jatah umur yang diberikan Allah. Masih muda kita Bang, jangan terlalu sering nengok cermin, apalagi mengecek warna rambut yang sudah ada rona putih di beberapa bagian. Anggap saja itu bunga pohon jambu air yang gugur dan pas jatuh di rambut kita…

    M. Hermayani Putera
  • Buku Setan

    Olive, seorang mahasiswi Untan, lagi jalan-jalan ke Banten. Bergaya seperti seorang petualang sejati, mulailah dia ngitar-ngitar pelosok-pelosok kota Banten. Hari mulai sore dan masuklah dia ke sebuah toko buku yang bangunan tua dan kuno. Buku-buku yang dijual di dalam toko buku kebanyakan adalah buku-buku tentang ilmu gaib, cerita hantu dan sejarah setempat. Olive mulai gugup. Tapi merasa sebagai seorang petualang, dia berusaha membesarkan hatinya. Matanya tertuju ke sebuah buku kuno yang sangat menarik. Judulnya “Tujuh cara melihat hantu”. Olive sangat tertarik untuk membacanya. “Bang… Bang…”, panggil Olive untuk mencari penjualnya. Tiba-tiba Olive dikagetkan suara dari belakang. “Ada apa, Non.”, jawab seorang lelaki tua yang menyeramkan. “Buku ini berapa?”, tanya Olive “Wah, buku ini tidak bisa dijual ke sembarang orang, Non. Ini buku kuno dan wasiat”, jawab penjaga toko, “Harganya Enam ratus ribu rupiah”. “Mahal amat”, jawab Olive, ” Dua ratus ribu deh”. “Gak bisa kurang, Non. Itu sudah harga bukunya. Karena sudah lama tidak ada pembeli di toko, saya kasih non diskon seratus ribu” Olive setuju dan bayar si penjual lima ratus ribu rupiah. Sebelum Olive pergi, si penjual memperingati dia. “Non, buku ini buku wasiat, tidak sembarangan orang bisa membacanya. Aku peringatkan anda untuk tidak membuka halaman terakhir atau anda akan ketiban sial seumur hidup”. Sebelum Olive keluar dari toko, si penjual menyahut lagi dengan suara seram, “Ingat non jangan coba-coba buka halaman terakhir!”. Malam itu Olive yang tinggal di sebuah villa membaca buku itu dan ketiduran. Tengah malam dia dibangunkan oleh suara petir dan angin yang masuk dari jendelanya yang terbuka. Olive bangun dan berusaha menutup jendela. Tiba-tiba dia teringat dengan bukunya. Karena tertiup angin kencang, halaman di buku itu mulai membuka sendiri dari halaman ke halaman. Teringat dengan peringatan si penjual buku, Olive berusaha meraih bukunya dan menyetop jalannya halaman di buku itu dari tiupan angin. Terlambat… Saat Olive berhasil meraih buku itu, dia lagi memegang halaman terakhir. “Mati aku”, gumam Olive dengan panik, aku bakal sial seumur hidup”. Olive mulai ketakutan dan was-was kalau ada makluk gaib yang muncul Setelah setengah jam menutup mata dengan ketakutan, Olive memberanikan diri untuk membuka mata kirinya dan melirik halaman terakhir buku itu: Harga asli : Rp. 20,000,- Harga Diskon : Rp. 10,000,- Cetakan tahun 2009.

Copyright 2025 — Celoteh Pacakleret. All rights reserved. Bang Arief Jak
Scroll to Top
error: Content is protected !!