Selendang Senja

Selendang Senja

Langit sore menggelap lebih cepat dari biasanya. Hujan turun seperti amarah yang ditumpahkan dari langit, menghantam atap rumah-rumah, jalanan kota, dan satu hati yang mulai lelah—milik Dara. Dara duduk di…
Harga Diri Elang

Harga Diri Elang

Elang menatap layar ponselnya yang menyala. Notifikasi dari Utari kembali muncul: pesan singkat, dingin, dan jelas. “Aku lagi sibuk. Nanti aja, ya.” Sudah tiga hari berturut-turut kalimat serupa muncul dengan…
Tukang Sapu Masjid

Tukang Sapu Masjid

Namanya Pak Rahim. Setiap Subuh, sebelum azan berkumandang, dia sudah ada di masjid—menyapu lantai, mengisi ulang air wudhu, memastikan sajadah terhampar rapi. Tak ada gaji, tak ada jabatan. Hanya niat…
“Harusnya Tak Pernah Sepi”

“Harusnya Tak Pernah Sepi”

Hujan turun sejak sore. Gerimisnya halus, nyaris seperti bisikan yang malu-malu mengetuk jendela kamar Fiera. Di luar, langit kelabu menggantung rendah, seolah mendekap bumi dengan kehampaan.Di dalam kamar, Fiera duduk…