Skip to content
Celoteh Pacakleret Celoteh Pacakleret

Kebaikan Untuk Semua

  • Tentang Kami
    • Tentang Arief
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Chat via WA
  • Shop
  • facebook.com
  • twitter.com
  • t.me
  • instagram.com
  • youtube.com
Subscribe

Posts by Bang Arief

Home » Archives for » Page 4

About Bang Arief
Seorang pemulung hikmah... Father of Three... Pengagum istri... Penyendiri yang senang berteman...
Aku Ingin Membunuh Selingkuhanku
Posted inCeloteh Pacakleret Psikologi Relationship

Aku Ingin Membunuh Selingkuhanku

“Panduan Emosional Bagi Mereka yang Sudah Kehilangan Logika dan Koneksi Otak” Di era di mana notifikasi WhatsApp bisa memicu perang rumah tangga dan emoji hati bisa menyebabkan perceraian, kita hidup…
Posted by Bang Arief 03/06/2025
Andi dan Mira
Posted inCeloteh Pacakleret Nasihat Diri Short Stories

Andi dan Mira

Malam itu, langit kota Pontianak diguyur gerimis tipis. Di sebuah kafe kecil yang terletak di pojok jalan, aku duduk menunggu dua orang yang sebelumnya menghubungiku melalui pesan WhatsApp. Mereka keduanya…
Posted by Bang Arief 03/06/2025
Militan Haji Ilegal: Ketika Panggilan Allah Disambut dengan Nekat Maksimal
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Satir

Militan Haji Ilegal: Ketika Panggilan Allah Disambut dengan Nekat Maksimal

Babak awal seperti seleksi alam. Baru saja dengar sudah ada 300-an calon "haji ninja" yang dideportasi dengan penuh cinta oleh petugas imigrasi. Mereka pulang bukan bawa zamzam, tapi bawa cerita…
Posted by Bang Arief 02/06/2025
PHK Setelah TikTok Akuisisi Tokopedia: Refleksi Dinamika Industri Digital dan e-Commerce di Indonesia
Posted inCeloteh Pacakleret Ekonomi Nasional

PHK Setelah TikTok Akuisisi Tokopedia: Refleksi Dinamika Industri Digital dan e-Commerce di Indonesia

Pada akhir 2023, TikTok melalui induk perusahaannya ByteDance, resmi mengakuisisi 75,01% saham Tokopedia dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan nilai transaksi sekitar USD 1,5 miliar. Akuisisi ini menciptakan entitas…
Posted by Bang Arief 01/06/2025
Huawei Mengguncang Tirai Bambu: Saat Apple Tersungkur, Sang Serigala Bangkit
Posted inApps Celoteh Pacakleret Ekonomi

Huawei Mengguncang Tirai Bambu: Saat Apple Tersungkur, Sang Serigala Bangkit

Pernah nggak kamu merasa hidup lagi ngeremuk—tapi entah gimana, justru itu yang bikin kamu bangkit lebih kuat dari sebelumnya? Kira-kira itulah cerita Huawei, perusahaan teknologi asal Tiongkok yang pernah "dibantai"…
Posted by Bang Arief 01/06/2025
Pancasila, Korupsi, dan Kita
Posted inCeloteh Pacakleret Nasional Viral Now

Pancasila, Korupsi, dan Kita

Selamat datang di Indonesia, negeri di mana Pancasila dirayakan setiap 1 Juni dengan penuh khidmat, sementara korupsi dirayakan setiap hari dengan penuh semangat. Butir Pertama: Ketuhanan yang Maha Esa Butir…
Posted by Bang Arief 01/06/2025
Di Bawah Langit Madinah
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Short Stories

Di Bawah Langit Madinah

Madinah, suatu sore sebelum Islam menyinari jazirah. Langit mencoretkan warna keemasan di ufuk barat, dan aroma debu hangat memenuhi udara. Di balik tirai rumah dari batu-batu kasar, seorang perempuan menatap…
Posted by Bang Arief 31/05/2025
Zakat, Pasal, dan Peluit: Kronik Ironi Tri Yanto
Posted inAgama Celoteh Pacakleret Hukum

Zakat, Pasal, dan Peluit: Kronik Ironi Tri Yanto

Di negeri dengan jargon "Berani Jujur Hebat", seorang pegawai yang jujur ternyata hanya hebat dalam satu hal: menjadi tersangka. Namanya Tri Yanto. Bukan tokoh fiktif, bukan juga tokoh revolusioner yang…
Posted by Bang Arief 31/05/2025
Brainrot di Indonesia: Ketika Otak Lelah Menelan Konten Absurd
Posted inCeloteh Pacakleret Pendidikan Psikologi

Brainrot di Indonesia: Ketika Otak Lelah Menelan Konten Absurd

Pengantar: Ketika Hiburan Menjadi Racun Pelan-Pelan Di suatu sore yang malas, jari kita menggeser layar ponsel tanpa sadar. Sekejap muncul video pendek seorang pria berjoget sambil berdandan seperti sosis, diiringi…
Posted by Bang Arief 30/05/2025
Bandara Sanaa Dibombardir: Ketika Jalan Menuju Tanah Suci Dihancurkan oleh Rudal
Posted inAgama Berita Singkat Celoteh Pacakleret

Bandara Sanaa Dibombardir: Ketika Jalan Menuju Tanah Suci Dihancurkan oleh Rudal

Pagi yang seharusnya menjadi awal perjalanan spiritual menuju Baitullah berubah menjadi puing dan kepulan asap. Rabu, 28 Mei 2025, langit Sanaa bergemuruh oleh serangan udara militer Israel, menghantam Bandara Internasional…
Posted by Bang Arief 30/05/2025

Posts pagination

Previous page 1 2 3 4 5 6 … 17 Next page
Penulis Tamu
  • JURNALISTIK, PERS, DAN MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA: PILIHAN JALUR HIDUP SEORANG NUR ISKANDAR

    Oleh M. Hermayani Putera Berbicara mengenai perjalanan dan perkembangan dunia pers dan jurnalistik Kalbar dalam kurun waktu dua puluh lima tahun terakhir ini, ada satu nama yang selalu hadir menyertai kedua hal ini. Jika jurnalistik, mengutip dari Jurnalistik Terapan (Batic Press, 2004), bisa diartikan sebagai sebuah aktivitas atau proses kerja seorang wartawan, maka pers lebih mendalami kepada insitusi atau lembaga ataupun perusahaan yang bergerak di bidang penyiaran hasil kerja wartawan atau penulis tersebut. Nama yang dimaksud ialah Nur Iskandar. Nama yang bermakna mulia sekali, yakni Berilmu dan Tabah. Orangtua beliau tentu punya doa dan harapan yang mulia ketika memberi nama pada anaknya ini. Dulu saya memanggilnya cukup dengan BANG NUR saja. Namun sejak enam tahun terakhir ini lebih sering menyapa beliau BANG NUR IS. Hal ini mengingat saya juga cukup dekat berinteraksi dengan abang beliau, BANG MUHAMMAD NUR HASAN, penggiat gerakan menghidupkan masjid sebagai pusat dakwah berdimensi pemberdayaan di Kalbar dan bahkan sudah meluas hingga ke beberapa kota lain di luar Kalbar. Kalau abang beliau ini, kami akrab menyapanya dengan TOK Ya, karena ide-ide kebaikan dari jamaah beliau selalu ditampung, diterima, dan diiyakan. Lihatlah bentangan dedikasi dan pengabdian Bang Nur Is dalam lansekap dinamika dunia pers dan jurnalistik di bumi khatulistiwa. Dunia yang ia tekuni sejak mahasiswa, dilanjutkan sebagai profesi pasca meninggalkan kampus, dan terus didalami hingga saat ini. Pers mahasiswa, Harian SUAKA, Harian Equator, Harian Borneo Tribune, Radio Volare, dan sekarang mengelola media online TERAJU. Walaupun belakangan ini BANG NUR IS aktif di gerakan wakaf, literasi, dan kebudayaan, tapi ia tetap mahir berselancar sebagai seorang penggiat jurnalistik sejati, mewartakan geliat gerakan-gerakan ini. Justru di sini saya melihat Nur Is mampu menjadi seorang penyampai pesan mulia dari gerakan wakaf, pentingnya memperkuat literasi, dan mengapa kita perlu meneguhkan akar kebudayaan kita yang harus terus adaptis dinamis berdialektika dengan perkembangan budaya global. NUR IS tak jeri, apalagi takut, dengan kehadiran sesuatu yang baru datang atau dikenalkan dari luar. Malah ini menjadi sebuah tantangan baginya untuk terus belajar hal-hal baru, dan mengintegrasikannya dengan aspek lain. Selamat dan semangat terus berkarya, BANG NUR IS. Happy milad dan mensyukuri nikmat umur separuh abad ini. Semoga selalu sehat dan hidup penuh barakah di sisa jatah umur yang diberikan Allah. Masih muda kita Bang, jangan terlalu sering nengok cermin, apalagi mengecek warna rambut yang sudah ada rona putih di beberapa bagian. Anggap saja itu bunga pohon jambu air yang gugur dan pas jatuh di rambut kita…

    M. Hermayani Putera
  • Buku Setan

    Olive, seorang mahasiswi Untan, lagi jalan-jalan ke Banten. Bergaya seperti seorang petualang sejati, mulailah dia ngitar-ngitar pelosok-pelosok kota Banten. Hari mulai sore dan masuklah dia ke sebuah toko buku yang bangunan tua dan kuno. Buku-buku yang dijual di dalam toko buku kebanyakan adalah buku-buku tentang ilmu gaib, cerita hantu dan sejarah setempat. Olive mulai gugup. Tapi merasa sebagai seorang petualang, dia berusaha membesarkan hatinya. Matanya tertuju ke sebuah buku kuno yang sangat menarik. Judulnya “Tujuh cara melihat hantu”. Olive sangat tertarik untuk membacanya. “Bang… Bang…”, panggil Olive untuk mencari penjualnya. Tiba-tiba Olive dikagetkan suara dari belakang. “Ada apa, Non.”, jawab seorang lelaki tua yang menyeramkan. “Buku ini berapa?”, tanya Olive “Wah, buku ini tidak bisa dijual ke sembarang orang, Non. Ini buku kuno dan wasiat”, jawab penjaga toko, “Harganya Enam ratus ribu rupiah”. “Mahal amat”, jawab Olive, ” Dua ratus ribu deh”. “Gak bisa kurang, Non. Itu sudah harga bukunya. Karena sudah lama tidak ada pembeli di toko, saya kasih non diskon seratus ribu” Olive setuju dan bayar si penjual lima ratus ribu rupiah. Sebelum Olive pergi, si penjual memperingati dia. “Non, buku ini buku wasiat, tidak sembarangan orang bisa membacanya. Aku peringatkan anda untuk tidak membuka halaman terakhir atau anda akan ketiban sial seumur hidup”. Sebelum Olive keluar dari toko, si penjual menyahut lagi dengan suara seram, “Ingat non jangan coba-coba buka halaman terakhir!”. Malam itu Olive yang tinggal di sebuah villa membaca buku itu dan ketiduran. Tengah malam dia dibangunkan oleh suara petir dan angin yang masuk dari jendelanya yang terbuka. Olive bangun dan berusaha menutup jendela. Tiba-tiba dia teringat dengan bukunya. Karena tertiup angin kencang, halaman di buku itu mulai membuka sendiri dari halaman ke halaman. Teringat dengan peringatan si penjual buku, Olive berusaha meraih bukunya dan menyetop jalannya halaman di buku itu dari tiupan angin. Terlambat… Saat Olive berhasil meraih buku itu, dia lagi memegang halaman terakhir. “Mati aku”, gumam Olive dengan panik, aku bakal sial seumur hidup”. Olive mulai ketakutan dan was-was kalau ada makluk gaib yang muncul Setelah setengah jam menutup mata dengan ketakutan, Olive memberanikan diri untuk membuka mata kirinya dan melirik halaman terakhir buku itu: Harga asli : Rp. 20,000,- Harga Diskon : Rp. 10,000,- Cetakan tahun 2009.

Copyright 2025 — Celoteh Pacakleret. All rights reserved. Bang Arief Jak
Scroll to Top
error: Content is protected !!